LHOKSEUMAWE – Mengantisipasi penyebaran penyakit menular difteri, tim gabungan dari Puskesmas Banda Sakti dan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe bergerak cepat melakukan investigasi lapangan pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai ini berfokus di kawasan Tumpok Teungoh, area sekitar tempat tinggal warga yang teridentifikasi terkena difteri.
Langkah cepat ini diambil setelah pasien yang bersangkutan langsung dirujuk ke Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan intensif dan penanganan medis lebih lanjut.
Investigasi menyasar para tetangga dan warga yang tinggal di sekitar rumah pasien guna memetakan potensi penularan dan memeriksa apakah ada kontak erat yang menunjukkan gejala serupa. Aksi tanggap darurat ini melibatkan Tim Medis Puskesmas Banda Sakti serta Tenaga Kesehatan (Nakes) Lorong setempat, di bawah arahan langsung dari Kepala Puskesmas Banda Sakti, S.Kep., M.K.M, serta didukung penuh oleh Tim dari Dinas Kesehatan.
Kepala Puskesmas Banda Sakti menegaskan bahwa investigasi kontak (contact tracing) ini sangat krusial untuk memutus mata rantai penyebaran difteri. Selain melakukan pemeriksaan fisik dan mendata riwayat kontak warga, tim di lapangan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kelengkapan imunisasi serta menjaga protokol kesehatan di lingkungan rumah.
Melalui aksi tanggap ini, diharapkan potensi penyebaran difteri di wilayah Tumpok Teungoh dapat diantisipasi sedini mungkin. Pihak puskesmas menghimbau warga masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melapor ke tenaga kesehatan lorong atau Fasyankes terdekat jika mengalami gejala seperti nyeri menelan, demam, atau munculnya selaput putih pada tenggorokan.
DOKUMENTASI KEGIATAN

.jpeg)
