LHOKSEUMAWE – Tim Pemeriksa Kesehatan JCH Puskesmas (PKM) Banda Sakti menggelar kegiatan Pembinaan Kesehatan bagi Jama’ah Calon Haji (JCH) Risiko Tinggi pada Sabtu (02/05/2026). Kegiatan yang diselenggarakan di Aula UPTD Puskesmas Banda Sakti ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kesiapan fisik jama'ah asal Lhokseumawe sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Kepala Puskesmas Banda Sakti, Adrina Susanti, S.Kep., M.K.M, dalam sambutannya memberikan ucapan selamat sekaligus pesan hangat kepada para jama'ah. Beliau mendoakan agar seluruh tahapan ibadah dapat dilalui dengan lancar dan sehat walafiat.
Manajemen Kesehatan dan Persiapan Embarkasi
Dalam sesi pengarahan, Ibu Sri Tamalia, S.K.M., M.K.M, pada JCH yang insyaallah akan berangkat haji pada 15 Mei mendatang, menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh. Beberapa poin krusial yang disampaikan meliputi:
-
Pentingnya Pengobatan: Jama'ah Calon Haji Risiko Tinggi wajib rajin minum obat.
-
Logistik Obat: Pastikan obat yang dibawa mudah diambil saat dibutuhkan.
-
Hindari Kelelahan: Satu minggu sebelum keberangkatan, jama'ah diminta membatasi acara peusijuk atau seremoni lainnya agar energi tidak terkuras sebelum sampai ke embarkasi.
-
Hak Jama'ah: Di embarkasi nanti, jama'ah akan menerima tiga hal penting: Kartu Nusuk, uang saku (living cost), dan gelang identitas haji.
Tips Adaptasi dan Pola Hidup Bersih
Pak Azwar turut memberikan edukasi mengenai pola perilaku di Arab Saudi. Beliau mengajarkan praktik 6 langkah cuci tangan standar WHO untuk mencegah penularan penyakit.
"Minumlah dalam jumlah yang cukup (tidak berlebih) agar tidak cepat sesak kencing. Selain itu, gunakanlah sandal yang sudah nyaman di kaki, karena dikhawatirkan bisa memicu luka," pesan Pak Azwar.
Penanganan Penyakit Kronis
Dari sisi medis, dr. Nurul Akhrima menjelaskan secara detail bagi jama'ah yang memiliki riwayat diabetes, darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Jama'ah diminta disiplin mengonsumsi obat agar kondisi tetap stabil. Beliau menyebutkan jika kadar LDL (kolesterol jahat) bisa dipertahankan di bawah 70, maka penggunaan obat bisa dievaluasi.
Fasilitas Paket Kesehatan JCH
Ketika akan berangkat ke Tanah Suci, Jama'ah Calon Haji akan mendapatkan Paket Obat dan Alat Kesehatan. Paket tersebut terdiri dari:
-
Semprotan air, masker medis, dan hand sanitizer.
-
Kantong kencing, plester luka, oralit, vitamin, hingga krim pegal.
Selain pembagian paket, jama'ah diberikan penjelasan mengenai kriteria tidak layak terbang serta edukasi cara mengatasi kendala kesehatan selama penerbangan, seperti Trapped Gas (gangguan gas dalam tubuh), pencegahan DVT (penggumpalan darah), hingga penanganan mabuk udara.
Melalui pembinaan ini, Tim Pemeriksa Kesehatan Puskesmas Banda Sakti berharap seluruh edukasi yang diberikan dapat dipahami dan dipraktikkan secara mandiri oleh jama'ah. Hal ini bertujuan agar para JCH, khususnya yang memiliki risiko tinggi, dapat menjaga kondisi kesehatannya tetap stabil sehingga dinyatakan laik terbang dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar.
Dokumentasi Kegiatan






