UPTD Puskesmas Banda Sakti: Sinergi Lintas Sektor, Gampong Tumpok Teungoh Gelar Rembug Stunting Tahun 2026

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, menggelar musyawarah penting dalam rangka menjaga masa depan generasi bangsa melalui kegiatan Rembug Stunting Gampong Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (17/06/2026) mulai pukul 14.00 WIB ini dilaksanakan di Aula Kantor Keuchik Gampong Tumpok Teungoh.

Dengan mengusung tema "Sinergi Bersama Dalam Percepatan Penurunan Stunting Menuju Gampong Sehat dan Berkualitas", forum ini menjadi wadah krusial untuk menyatukan langkah dan menyusun strategi konkret di tingkat gampong (desa).

Hadirkan Narasumber Kompeten

Untuk memberikan pandangan dan edukasi yang komprehensif, acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, antara lain:

  • Adrina Susanti, S.Kep., M.K.M (Kepala Puskesmas Banda Sakti)

  • Sekretaris Camat Banda Sakti (Mewakili Camat Banda Sakti)

  • Tenaga Pendamping Profesional

Komitmen dan Rencana Aksi Strategis

Rembug Stunting ini bukan sekadar pertemuan seremonial. Forum musyawarah ini berhasil melahirkan kesepakatan komitmen bersama guna merumuskan rencana aksi strategis yang aplikatif. Fokus utama kegiatan adalah mengintegrasikan berbagai program kerja lintas sektor, mulai dari pemenuhan gizi, edukasi pola asuh, hingga peningkatan sanitasi lingkungan.

Dalam pemaparannya, Kepala Puskesmas Banda Sakti, Adrina Susanti, S.Kep., M.K.M, menekankan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak yang kurang proporsional, melainkan ancaman besar terhadap perkembangan kognitif dan kecerdasan anak di masa depan.

"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, hingga pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani," jelas Adrina.

Ia juga menambahkan pentingnya peran aktif posyandu dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala di tingkat gampong. Menurutnya, sinergi antara pihak puskesmas, kader posyandu, dan orang tua sangat krusial agar intervensi gizi dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran jika ditemukan adanya gejala indikasi stunting pada anak.

Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Gampong, instansi kesehatan, kecamatan, dan pendamping profesional, diharapkan angka stunting di wilayah ini dapat ditekan secara signifikan. Output akhir dari komitmen bersama ini adalah mewujudkan masyarakat Gampong Tumpok Teungoh yang lebih sehat, maju, dan berkualitas di masa depan.

Dokumentasi Kegiatan