LHOKSEUMAWE – Pelayanan kesehatan segera diberikan kepada warga di Dusun Muthadahuddin, Desa Kampung Jawa Lama, pasca-musibah kebakaran yang terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026. Berdasarkan laporan di lapangan, musibah ini berdampak pada 77 unit rumah yang hangus maupun rusak, melibatkan 81 Kepala Keluarga dengan total 251 jiwa.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim medis dari UPTD Puskesmas Banda Sakti turun langsung ke lokasi kebakaran untuk memberikan bantuan kesehatan primer. Langkah ini diambil guna memastikan warga yang mengalami cedera fisik maupun keluhan kesehatan mendadak dapat segera tertangani.
Penanganan Medis di Lokasi Kejadian
Kepala Puskesmas Banda Sakti, Adrina Susanti, S.Kep., M.K.M, memimpin langsung koordinasi tenaga kesehatan di lapangan. Beliau menjelaskan bahwa tim medis fokus pada penanganan luka luar serta pengecekan kondisi fisik warga yang terdampak langsung oleh situasi di lokasi.
Adapun pelayanan kesehatan yang telah diberikan meliputi:
-
Perawatan Luka: Tindakan medis pada warga yang mengalami luka bakar di berbagai bagian tubuh, luka tusuk benda tajam, serta luka gores. Penanganan dilakukan melalui pembersihan luka dan penggunaan salep antibiotik Gentamicin.
-
Pemeriksaan Tekanan Darah: Pemantauan rutin bagi warga yang mengalami gejala pusing atau lemas, serta pemberian obat anti-hipertensi seperti Amlodipine bagi mereka yang membutuhkan.
-
Pemberian Obat-obatan: Penyaluran obat untuk meredakan nyeri, sakit perut, dan demam, termasuk penggunaan Ibuprofen, Asam Mefenamat, Paracetamol, serta pemberian vitamin B-Complex.
-
Layanan Konsultasi Medis: Pemeriksaan fisik bagi warga yang mengeluhkan kondisi tubuh menurun setelah kejadian.
Koordinasi Berkelanjutan
Kegiatan ini terlaksana di bawah arahan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Cut Fitri Yani, SKM., M.K.M sebagai bentuk respons cepat terhadap keadaan darurat di masyarakat.
Adrina Susanti, S.Kep., M.K.M menegaskan bahwa kehadiran tim medis di lokasi sangat krusial untuk mencegah infeksi pada luka fisik dan memastikan kondisi kesehatan warga tetap terkontrol.
"Kami berupaya memberikan pelayanan kesehatan langsung di tempat kejadian agar warga yang mengalami cedera atau gangguan kesehatan lainnya bisa segera mendapatkan pengobatan tanpa harus menunggu lama," ujar Adrina.
Dokumentasi Kegiatan



